BisnisKopi

Bisnis Kopi: Panduan Lengkap

Beberapa tahun ke belakang, terutama sejak 2011, tren konsumsi kopi meningkat secara signifikan, dan hingga sekarang telah menjadi sebuah bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.

Menurut Daniel Hermansyah, pemilik bisnis Kopi Chuseyo, perkembangan kopi di Indonesia sudah masuk ke wave ke-empatnya, yaitu kopi ‘kekinian’.

Kopi forth wave ‘kekinian’ ini identik dengan kedai yang tersebar di banyak pusat keramaian, mudah dipesan melalui ojek online (karena itu pula sering disebut coffee-to-go) dan memiliki menu favorit yaitu kopi susu.

Salah satu faktor meningkatnya konsumsi kopi kekinian ini adalah positioning bisnis kopi yang menawarkan kopi berkualitas namun murah yang mudah dijangkau.

Dengan tingginya demand atau permintaan atas coffee-to-go ini, muncullah peluang bagi kita untuk membuat bisnis kopi kekinian.

Dengan maksud membantu kamu membuat bisnis kopi yang tidak hanya kekinian, namun juga menguntungkan dalam jangka panjang, kami membuat artikel panduan ini.

Semoga membantu!

Menentukan Pasar dan Produk dari Bisnis Kopimu

Sambil memikirkan menu apa yang akan kamu jual dan diferensiasi apa yang akan kamu tawarkan, kamu perlu melakukan riset terhadap pasar yang akan kamu tuju demi mendapatkan product-market fit.

Product-market fit adalah kecocokan antara pasar/ calon pembeli dengan produk yang kamu tawarkan.

Proses ini adalah langkah yang paling penting dalam memutuskan untuk membuka bisnis kopimu atau menundanya dan mematangkan kembali konsepmu.

Menghitung Jumlah Calon Pembeli Kopi Potensial

Pengunjung Kedai Kopi

Pastikan kamu tau, meskipun tidak presisi, berapa jumlah target audience (target calon pembeli) yang berpotensi membeli produk yang kamu jual.

Jika kamu akan membangun sebuah coffee shop atau cafe, maka kamu bisa menghitung arus lalu lintas yang melewati lokasi kafe mu.

Pada fase ini, kamu akan tau apakah konsepmu akan diminati oleh audiens yang cukup besar atau tidak.

Jika audiensmu sangat kecil (misal lokasi mu berada di kantin SD yang tidak menyukai kopi), maka kamu tidak bisa mengharapkan return yang tinggi dan cepat.

Menentukan Produk Kopi yang Ditawarkan

Kopi Chuseyo, produk kopi dengan konsep unik.
Produk Kopi Korea, konsep yang digunakan Kopi Chuseyo

(Langkah ini dan langkah sebelumnya dapat disesuaikan urutannya, tergantung gaya berbisnis masing-masing orang)

Ketika menentukan produk apa yang akan kamu tawarkan ke pasar, produk yang berkualitas akan menjadi fokusmu.

Setelah kamu bisa menjamin kualitasnya, kamu juga perlu memikirkan diferensiasi apa yang akan kamu tawarkan.

Sebagai ide saja, mungkin kamu bisa mengeksplor di berbagai aspek berikut:

  1. Resep atau Komposisi Kopi
    Apakah kamu memiliki perpaduan gula:kopi:susu pada es kopi susu yang khas dan potensial untuk disukai pasar?
  2. Tipe Kopi
    Apakah kamu akan menawarkan specialty coffee, kopi kekinian atau tipe lain?
  3. Kemasan Kopi
    Apakah kamu bisa menawarkan sesuatu dari packaging yang berbeda? Apakah penampilan yang unik bisa menambah nilai jual produkmu?

Menentukan Harga Kopi yang Tepat

Pembeli bertransaksi dengan pemilik bisnis
Harga produk kopi berperan penting terhadap persepsi pembelimu

Harga berperan penting dalam pengambilan keputusan calon pembelimu. Jika kamu berencana membuka bisnis kopi di daerah yang daya belinya rendah, kamu tidak disarankan untuk memasang harga tinggi.

Misal:
Kamu menjual kopi susu kekinian dengan harga 20 ribu rupiah, sementara orang-orang disana bisa membeli nasi bungkus dengan banyak lauk dengan harga yang sama.

Tentu mereka akan lebih memilih membeli nasi ketimbang kopimu.

Di fase ini, kamu bisa melakukan benchmarking/ survey harga kompetitor dengan produk sejenis atau target pasar sejenis yang sudah diterima oleh pasar.

Sebagai pertimbangan, harga tinggi dapat memberikanmu lebih banyak profit tiap gelasnya, namun dapat mengurangi jumlah gelas terjual setiap harinya.

Menentukan Lokasi Bisnis Kopi

Pada prinsipnya, lokasi yang baik adalah yang mudah dijangkau dan dekat dengan keramaian.

Namun dengan adanya bantuan ojek online, kamu dapat mempertimbangkan menyewa lahan yang lebih sesuai dengan budget kemudian memaksimalkan promosi & layanan food delivery.

Ada baiknya kamu mempelajari bagaimana mendaftarkan bisnis kedai kopi/ warung kopi mu ke Go-Food, Grabfood dan layanan sejenisnya.

Menyiapkan Peralatan Menyeduh Kopi

Apakah kamu sudah tau mau menjual tipe kopi seperti apa? Apakah kamu mau menjual hanya kopi berbasis espresso atau specialty coffee juga?

Cari tau apakah target marketmu akan menyukai kopi seperti apa dan siapkan alat pembuat kopi yang cocok dengan kebutuhanmu.

Alat-alat membuat kopi yang sering digunakan kedai kopi diantaranya Rok Presso, V60, Foam maker, Teko, Timbangan, dan sirup.

Promosi Bisnis Kopi

Promo Kopi Kenangan Buy 1 Get 1
Buy 1 Get 1:
Contoh promo yang populer untuk bisnis F&B.

Setelah kamu merasa pasarmu cukup besar dan kamu dapat bersaing atau menawarkan sesuatu yang menarik bagi mereka, maka langkah selanjutnya yang perlu direncanakan adalah promosi.

Berikut beberapa tips promosi dari kami, hasil diskusi dengan beberapa pemilik kedai kopi:

Dengarkan versi lengkapnya di The Hustler Podcast.

  1. Ajak Teman dan Kerabat
    Kamu bisa mengajak teman dan kerabatmu untuk datang/ memesan kopimu dan merekomendasikan ke teman-teman mereka melalui word of mouth atau social media seperti Instagram Story.

    Ajak mereka untuk mencoba produk unggulanmu dan minta mereka menyebutkan satu hal yang paling mereka sukai dari produk/ kedai kopimu.

  2. Influencer Marketing
    Cari tahu siapa saja yang difollow target marketmu di Instagram (atau social media lain), kemudian list dalam sebuah file sheet/ excel dan hubungi mereka untuk mengetahui biaya yang perlu kita bayar.
  3. Online Business Listings/ Cafe Review
    Jika kamu memiliki bisnis offline berupa kedai/ warung kopi, ajaklah sebanyak mungkin pembelimu untuk memberikan review di situs online business listings seperti Zomato, Google Places dan lainnya.

    Semakin bisnismu direview baik oleh banyak orang, semakin besar kemungkinan bisnismu akan naik ke posisi atas. Jadi ketika orang mencari kedai kopi terdekat, kedai mu bisa muncul pada urutan atas.

    Langkah ini juga dilakukan oleh Cahaya Sedana, pemilik kedai kopi Khayal Coffee Studio Jakarta, dan teruji mendatangkan pelanggan secara organik.

  4. Iklan Social Media
    Berbeda dengan cara organik sebelumnya, kamu juga bisa memasang iklan di social media seperti Facebook dan Instagram agar kedai kopimu dapat dilihat oleh orang yang kamu targetkan.

    Tipsnya adalah hanya menargetkan radius 5-8 kilometer di sekitar kedaimu.

    Orang-orang yang berada lebih jauh dari 8 kilometer akan memilih untuk datang/ memesan kopi dari kedai lain, kecuali brand mu sudah cukup kuat, promomu sangat menarik atau tidak kafe lain.
  5. Pesan Promosi yang Tepat
    Satu hal penting selain memikirkan channel/media promosi adalah pesan yang kamu akan sampaikan pada promosimu.

    Belajar dari Daniel Hermansyah, pemilik bisnis Kopi Chuseyo, inti pesan dari promosi kedai kopinya adalah “Agar mereka mencoba dulu. Kalo mereka suka, nanti juga balik lagi.”

    Ketika memfokuskan calon pembeli untuk mencoba produkmu, kamu bisa menawarkan promo seperti:

    1. Buy 1 Get 1
    2. Free Delivery
    3. Special Opening Price

Kesimpulan

Ketika kamu sudah yakin dengan konsep & produk dari bisnis kedai kopimu, dan kamu yakin pasarnya cukup besar untuk membuat bisnismu berjalan dan menguntungkan, maka resiko ini layak layak untuk dicoba!

Cheers!

Sumber
002 - Hal Penting Dalam Membangun Bisnis Kedai Kopi - Cahaya Sedana003 - Memilih dan Memperkenalkan Konsep Bisnis Unik Ke Pasar - Daniel Hermansyah, Kopi Chuseyo
Tunjukkan yang lain

Emeraldo Faris

Growth Marketing Manager di sebuah startup. Inbound Certified Marketer. Membangun website ini sebagai sumber pengetahuan, ide dan wawasan seputar bisnis dan entrepreneurship.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Kamu pake Adblock ya? :(

Minta tolong dukung kami dengan matiin Ad blocker kamu dong.. Yaa? :)